MUSRENBANG Kelurahan Kadipaten, Memoles Kadipaten Berwajah Pariwisata
JST-NEWS.COM | YOGYAKARTA
Mantri Pamong Praja (MPP) Kraton, Drs. Sumargandhi, M.Si. membuka secara resmi MUSRENBANG Kelurahan Kadipaten (Kamis, 23/1) di Gedung Panji Ruang Rapat Lantai 2 Museum Sonobudoyo, alun-alun Utara Yogyakarta.

Pelaksanaan Musrenbang saat ini digelar di tempat yang berbeda dari biasanya, yakni di Museum Sonobudoyo yang berada di luar Kadipaten, namun bertetangga dekat dengan Kelurahan Kadipaten. Tempat yang lebih nyaman ini tentu harapannya Musrenbang akan menghasilkan keputusan dan kesepakatan yang merupakan prioritas pembangunan Tahun 2026 di Kelurahan Kadipaten.”
MUSRENBANG Kelurahan Kadipaten kali ini menjadi momen spesial karena dihadiri Ir. Muhammad Sofyan, Ketua Komisi B DPRD Kota Yogyakarta, yang juga pernah menjadi warga masyarakat di Kelurahan Kadipaten. Ir. Muhammad Sofyan, anggota Fraksi PAN sengaja diundang Ketua LPMK Kadipaten, Haryawan Emir Nuswantoro, SS, SE untuk menyampaikan pokok-pokok pikiran yang dapat diperjuangkan dalam kapasitasnya sebagai anggota DPRD Kota Yogyakarta periode 2024-2029.
Hadir sebagai Narasumber, anggota Komisi A DPRD Kota Yogyakarta Agus Trianto. Dalam paparannya Agus berkomitmen memperjuangkan aspirasi pembangunan fisik yang dibutuhkan masyarakat sebagai wujud pokok pikiran untuk dimasukkan dalam rencana pembangunan Pemerintah Kota Yogyakarta. “Rencana pngadaan lahan Kantor Kelurahan Kadipaten, Komisi A siap diajak diskusi,” ungkap Agus Trianto, anggota Fraksi PPP yang terpilih menjadi anggota DPRD Kota Yogyakarta melalui Daerah Pemilihan Kraton, Mergangsan, Mantrijeron.
Narasumber kedua, Ustadz Drs. Zuliadi, M.Ag. Ketua Kampung Ngasem mengangkat materi, “Kampung Ngasem Gerbang Pariwisata Kadipaten”. Dipaparkan potensi Wisatawan saat liburan disertai permasalahan crawded Jalan Rotowijayan dan Jalan Ngasem.
Ir. Muhammad Sofyan berjanji memperjuangkan aspirasi warga yang berkaitan dengan pembangunan fisik. “Sebagai warga masyarakat yang pernah tinggal di Kadipaten Kulon dan Kadipaten Kidul, saya akan mengupayakan pembangunan fisik yang masih kurang, utamanya pembangunan prasarana jalan. Pembangunan yang akan saya kawal ini tidak mengganggu anggaran pembangunan Kelurahan yang hanya 698 juta. Sudah tentu diluar anggaran kelurahan dan akan diampu oleh OPD Pemkot,” tegas Ir. Muhammad Sofyan, meyakinkan warga Kadipaten.
Musrenbang berhasil menyepakati usulan pembangunan fisik dan non fisik tahun 2026 dari Kampung Kadipaten Kidul meliputi RW 1,2,3; Kampung Kadipaten Kulon meliputi RW 4,5,6; Kampung Kadipaten Wetan terdiri dari RW 7,8,9 dan Kampung Ngasem meliput RW 10-15.
Menurut Ketua Umum LPMK Kadipaten, Haryawan Emir Nuswantoro, SS, SE, pembangunan Kelurahan Kadipaten akan bertema “Memoles Kadipaten Berwajah Pariwisata”. Tema ini akan mengupayakan pembangunan Prasarana Pariwisata di tahun 2026 berupa Penanda Kampung yang berfungsi sebagai spot foto wisatawan, pengadaan sound system prasarana pariwisata yang akan terpasang permanen di Jalan Protokol Rotowijayan, Ngasem dan Kadipaten Kidul.
Usulan kegiatan masyarakat tahun 2026 yang telah dirangkum LPMK Kelurahan Kadipaten ini meliputi pembangunan fisik dan non fisik berjumlah Rp 457.118.000 dan kegiatan operasional kelembagaan Rp 241.470.000.
“Tahun depan kami juga akan melatih Pengurus RT, RW, Kampung dan Lembaga Kemasayarakatan dalam Pelatihan Konten Kreator Pariwisata. Ini langkah serius kami untuk memoles Kadipaten berwajah Pariwisata,” pungkas Emir optimis.
Musrenbang dihadiri juga Lurah Kadipaten Suparman, S.Sos, Kapolsek Kraton AKP. Dwi Pujiastuti, SH, MM, Danramil Kraton Mayor CPM.(K) Septi Rahmawati, SH, MH, , Sekreraris Kelurahan Kadipaten Nurlia Rahmawati, A.Md, serta utusan Bappeda, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pariwisata, dan Dinas Kebudayaan, Babinsa Hendry, Babinkamtibmas Tisna
Peserta Musrenbang terdiri 4 Ketua Kampung, 15 Ketua RW, dan Ketua Lembaga kemasyarakatan diantaranya Ketua TP PKK Kelurahan Kadipaten Rosalia Purwidyastuti, Ketua Pokdarwis, Ketua Kampung Wisata, Yandu, Forum Bank Sampah, Bunda PAUD, Kelurahan Siaga, dan Rintisan Kelurahan Budaya.

Semoga program kampung Pariwisata bisa lebih komprehensif, sampah dan kemacetan lalulintas bisa teratasi, dan terutama mendukung terpeliharanya budaya yang telah ada, sehingga tetap menjadi kampung yg berbudaya tetap eksis. Amin.